GreenPeace ------------ Free Mobile Application ------------ Free Article
Showing posts with label komposter. Show all posts
Showing posts with label komposter. Show all posts

Saturday, May 24, 2008

Kompos sistem Aerob

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seperti yang di lakukan bapak Daning dari cempaka putih barat yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga menjadi kompos dengan komposter buatan sendiri. Berikut ini adalah yang dilakukan Bapak daning dalam mengelola sampah dilingkungan RW 09 Cempaka Putih Barat


  1. Taburkan kompos yang sudah jadi secukupnya ke dalam komposter sebelum diisi sampah untuk mempercepat proses pengomposan.
  2. Pilih sampah organik yang mudah membusuk dari sisa dapur atau daun-daun tanaman.
  3. Rajanglah sampah yang berukuran besar menjadi 2 cm sampai 4 cm.
  4. Masukan hasil rajangan ke komposter kemudian tutup rapat.
  5. Biarkan tumpukan bahan kompos selama 2 minggu pertama, selanjutnya aduk tumpukan kompos tersebut setiap minggu sampai dengan 8-10 minggu untuk menghasilkan kompos yang baik, jika tidak melakukan pengadukan secara teratur akan mengakibatkan waktu yang lama untuk menghasilkan kompos.
  6. Hentikan pengisian apabila sudah sampai pipa paralon atas pada komposter, biarkan dan tunggu sampai 30 hari.
  7. Cek hasil kompos dari lubang kecil di bagian bawah, apabila warna kompos sudah menyerupai tanah, berarti kompos sudah jadi dan siap untuk dipanen/digunakan.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat kompos dengan komposter ini.

  1. Jangan memasukan sampah kering (anorganik) seperti plastik, kertas, juga tulang/daging ke dalam komposter.
  2. Jangan menempatkan komposter di tempat yang terkena matahari langsung agar suhu udara dalam komposter selalu lembab atau stabil.
  3. sisa sayuran sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam komposter agar tidak menimbulkan bau.
  4. Apabila proses kompos terlalu basah dan bau dapat ditaburkan dengan serbuk gergaji, dedek (sekam), abu gosok, atau tanah kering halus.
  5. Jangan memasukan biji-bijian yang besar (mangga, alpukat,durian) kedalam KOMPOSTER !
Silahkan langsung menghubungi Bapak Daning Sardani di 0815 11216587 jika tertarik untuk membuat kompos dengan komposter dan ikut menyelamatkan lingkungan kita.

Monday, May 28, 2007

Anda punya masalah, Kami punya solusinya

Limbah padat atau sampah memang menjengkelkan. Sampah membuat lingkungan menjadi kotor, kumuh, menjijikan dan tentu saja tidak sehat. Dengan semakin bertambahnya populasi penduduk, masalah sampah perlu diperhatikan dalam pengelolaannya sehingga aman dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan.
Para ilmuwan sudah menemukan berbagai macam solusi untuk menangani sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Salah satu solusi tersebut adalah pemanfaatan teknologi pengkomposan untuk menangani sampah organik seperti onggok ubi kayu, ampas tebu, tandan kosong kelapa sawit, kulit kopi, limbah peternakan dan sampah rumah tangga untuk menghasilkan kompos yang berkualitas tinggi.

Sumber : Pusat Teknologi Lingkungan - BPPT

Pengomposan bersahabat dengan lingkungan

Selama ini masalah sampah lingkungan rumah tangga diselesaikan dengan cara membakar atau membuang langsung ke TPA. Kedua cara ini telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang antara lain adalah tercemarnya tanah, air dan udara yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Proses pengomposan merupakan proses penguraian materi organik menjadi menjadi pupuk kompos oleh mikroorganisme aerobik dalam kondisi yang terkendali. Pengendalian proses ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan kandungan kandungan nutrien bahan baku, kelembaban, pH, temperatur dan aerasi optimal. Proses ini praktis tidak memerlukan tambahan zat kimia sehingga aman bagi lingkungan.
Sampah rumah tangga yang dikelola dengan teknologi pengomposan telah mengurangi volume sampah yang keluar dari rumah tangga hingga tinggal 30-40 % saja. Kompos dari sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah selain memberikan nilai lebih terhadap sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, memberi lapangan kerja dan penghasilan tambahan.

Sumber : - Pusat Teknologi Lingkungan - BPPT
- Kebun Karinda "Taman Berwawasan Lingkungan"

GreenPeace ------------ Free Mobile Application ------------ Free Article
OurBlogTemplates.com 2008

Blogger Templates by OurBlogTemplates.com 2008